Ancaman kecelakaan kerja dari near miss hingga fatality dapat terjadi pada siapa saja yang melakukan pekerjaan dengan risiko tinggi. Atas dasar itu, pembekalan bagi pekerja sebelum melakukan pekerjaan di perusahaan oil & gas hal dasar yang perlu diamati mengenai area kerja. Area kerja yang berpotensi besar dapat menyebabkan kecelakaan kerja berada pada line of fire (zona berbahaya). Kepedulian dan pengetahuan mengenai safety zone di area line of fire akan menjadi kunci bagi para pekerja untuk dapat bekerja pada area yang aman (di luar line of fire). Untuk mengetahui seberapa bahayanya apabila pekerjaan berada pada line of fire dapat mengambil lesson learn safety kejadian pekerja yang tidak cermat dalam menganalisa area bekerjanya.
Apa saja kategori area line of fire?
Line of fire dibagi menjadi tiga kategori area berbahaya, Analisa area ini perlu kita ketahui untuk dapat bekerja pada area safety zone. Adapun kategori line of fie, yaitu :
1. Between (diantara equipment) dimana posisi pekerja berada diantara mesin atau peralatan berat yang sedang bekerja. Kebanyakan terjadinya line of fire incident di area ini, sebagai contoh ketika pekerja konstruksi sedang memperbaiki mesin dan seragamnya tersangkut rotating equipment mesin dikarenakan berada diantara mesin yang tidak memiliki pengaman.
2. Stuck-by (terkena/ terlempar) dimana posisi pekerja berada pada area swing peralatan yang memberikan dampak terkena tools maupun peralatan yang sedang dipindahkan atau dioperasikan. Sebagai contoh, pada saat pekerja menggunakan gergaji listrik, kemudian bilahnya patah dan mengenai pekerja lain di dekat area tersebut.
3. Released Energy (pelepasan energy) dimana pekerja berada pada area pelepasan energy dari suatu equipment atau peralatan yang sedang beroperasi, misalnya pada saat suatu mesin bekerja overload pekerja berada pada sekitar mesin tersebut dimana mesin tersebut dapat meledak dan pekerja tersebut mengalami insiden akibat pelepasan energi dari mesin atau peralatan yang menyebakan terjadinya incident.
Berdasarkan tiga kategori line of fire dapat dilakukan pencegahan melalui kepedulian dan analisa area bekerja sebelum memulai pekerjaan melalui safety briefing kepada semua bekerja yang bekerja pada suatu area secara bersamaan, untuk menjelasakan rencana kerja dan potensi bahaya di area tersebut. Pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan pada suatu area dapat juga digunakan untuk mengamati line of fire area sebagai proteksi pekerjaan dilakukan secara bergantian dan memastikan pekerja yang lain berada pada safety zone area. Pekerjaan secara bersamaan juga perlu dilengkapi dengan permit to work yang telah disetujui oleh area authorithy.
Bekerja di line of fire dapat dihindari melalui pengawasan dan koordinasi yang baik antara pelaksana pekerja di satu area. Selain itu, area line of fire perlu dilengkapi dengan barricade safety untuk menjadi concern bagi pekerja yang akan melalui area tersebut. Pada saat pekerjaan berlangsung peran pegawas pekerjaan perlu memastikan hanya pekerja yang telah teregister pada permit to work dan memiliki kompeten bekerja di area yang terpapar bahaya (line of fire/range of fire/hot zone) dan personil berada di area aman dari pergerakan peralatan. Pengawas juga perlu memastikan pekerja melakukan pekerjaannya dengan posisi yang sesuai dengan aspek-aspek ergonomic, memastikan bahwa metode sinyal dan komunikasi disepakati dan dipahami oleh semua orang, dan memastikan penerangan yang cukup apabila pekerjaan dilakukan di malam hari. Dengan pengawasan yang sesuai standard dapat mengurangi potensi terjadinya kecelakaan kerja di area line of fire.
Setelah kita membahas line of fire area, perlu juga kita ketahui safety zone area dimana dibagi juga menjadi 3 area berdasarkan potensi bahaya terdampaknya dari bersinggungan dengan peralatan yang sedang beroperasi. Jarak aman dibagi menjadi 3 zona, yaitu :
1. Zona merah merupakan zona yang memiliki jarak dekat peralatan dimana dapat berpotensi terkena peralatan tersebut, misalnya area putaran bucket excavator yang menjadi larangan bagi para pekerja memasuki zona ini hingga bucket berada di atas tanah denga naman dan dikunci oleh tuas pengaman serta mesin dimatikan.
2. Zona orange merupakan zona yang berada kurang lebih 3 meter dari zona merah dimana area ini menjadi area pekerja bekerja bersama dengan operator alat berat untuk selalu medapatkan kontak visual dengan operator alat berat.
3. Zona kuning merupakan zona aman dalam bekerja secara bersamaan di line of fire area, namun tetap perlu kewasapadaan dari pengawas maupun pekerja di area tersebut.
Gambar1. Contoh pembagian zona bekerja di line of fire
Bekerja tanpa kompeten dan pengetahuan memberikan ancaman terhadap pekerja yang bekerja di area berbahaya. Area berbahaya perlu kita pahami dan cermati sebelum bekerja untuk meminimalkan kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja pada area berbahaya (line of fire) dapat dihindari dengan cara bekerja pada safety zone area. Oleh karena itu, cermat dalam mengamati safety zone line of fire kunci dari menjaga keamanan pekerja dan peralatan bekerja di perusahaan oil & gas.
Apa yang terjadi kalau kita tidak memperhatikan line of fire?
Pada suatu kejadian satu orang meninggal dunia dan satu orang patah telapak kaki kiri (LTI) saat penyusunan casing pipa ukuran 12” di area pengeboran. Korban pertama dan korban kedua berdiri di atas tool box yang searah dengan arah gerakan casing yang menggelinding. Pada saat pengangkatan pipa menggunakan crane, crane mengalami permasalahan sehingga pipa yang diangkat tersbut swing ke arah pekerja pertama dan menghantam tubuh pekerja pertama, pekerja kedua mencoba menghindari namun pipa yang jadi pijakan menggelinding sehingga pekerja tersebut terjatuh dan tertimpa pipa tersebut. Dari kejadian tersebut kedua pekerja tidak melakukan pengamatan terhadap area kerja dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap area kerja yang menjadi pijakan kedua pekerja tersebut saat melakukan pemindahan pipa. Seharusnya memastikan posisi kerja yang aman, yaitu tidak berdiri pada tumpukan material (pipe rack) dan tidak berdiri pada line of fire pergerakan peralatan. Berdasarkan lesson learn berada pada safety zone di luar line of fire melindungi pekerja dari potensi kecelakaan kerja. Pentingnya pemahaman mengenai line of fire akan memberikan kompetensi bagi para pekerja untuk menganalisa area kerja dengan tetap bekerja pada safety zone.
Lesson learn safety tersebut, penjelasan line of fire yang sering kita dengar dalam bekerja penting untuk memahami pengertian dan cara menghindari kecelakaan kerja apabila kita berada pada area line of fire. Line of fire merupakan area jalur benda bergerak (crane, escavator, dan lain-lain) dimana Ketika bersinggungan dengan tubuh pekerja yang dapat menyebabkan cedera bahkan hingga fatality. Dari penjelasan tersebut pentingnya berada pada safety zone area merupakan area lokasi bekerja yang terhindar dari peralatan bergerak. Selain itu, safety zone dapat diartikan juga sebagai posisi bekerja sudah sesuai dengan kaidah – kaidah ergonomis dalam melakukan pekerjaan tertentu (ergonomic aspect). Komunikasi di tempat kerja perlu dilakukan secara efektif dan kepedulian antar pekerja juga menjadi kuci keamanan selama bekerja.